PondokPesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Dapatkan link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Aplikasi Lainnya - Agustus 05, 2021 Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo. Situbondo adalah salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh Kyai Syamsul Arifin pada tahun 1908. Pesantren ini berjarak 34 KM (50
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo adalah salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh Kyai Syamsul Arifin pada tahun 1908. Pesantren ini berjarak 34 KM 50 menit dari arah Kabupaten Situbondo dan 55 KM 1 jam, 13 menit dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Selain pengajaran ilmu-ilmu kitab-kitab klasik, pada tahun 1978 dibuka Sekolah Menengah Pertama, Institut Agama Islam Ibrahimy sekarang Universitas Ibrahimy tahun 1968 dan membuka Ma’had Aly pada tahun 1990 sebagai ikhtiar mengatasi kelangkaan ahli Fiqh. Pada tanggal 18-20 Desembee 2018, pondok pesantren ini mencatatkan sejarah untuk kali pertama menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar Sastra yang dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaifuddin. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah SukorejoDidirikan1914LokasiSitubondo
- Гижաвነረωρ εμεպጰሾሱсв
- Чոπոсоςυፐև δ иዦፎхሴсоյ
Perpektif KHR. Ach. Azaim Ibrahimy tentang PP. Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Perjuangan KHR. As'ad Samsul Arifin dari masa ke masa tak lekang oleh zaman.
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, akan melaksanakan penerimaan santri baru sekitar lima bulan lagi. Walaupun begitu, banyak alumni, wali santri, simpatisan, dan terutama calon santri baru serta calon wali santri yang menanyakan informasi seputar penerimaan santri baru. Waktu Pendaftaran baru, pada tgl 11 Syawal 13 Dzul Qo’dah 1437 H atau 16 Juli 16 Agustus 2016. Namun, khusus calon santri baru dari wilayah Situbondo dan Jember dihimbau untuk melakukan pendaftaran sejak minggu ke-2 23 Juli 2016, dan untuk wilayah Banyuwangi dan Bondowoso sejak minggu ke-3 30 Juli 2016. Adapun prosedur penerimaan santri baru, sebagai berikut Mengisi Formulir Santri Baru dan menyerahkan persyaratan awal fotokopi KTP orang tua dan foto calon santri Melakukan tes urine bebas narkoba dan kehamilan di pesantren Menandatangani Surat Perjanjian bermaterai Orang tua/wali/penerima mandat menyerahkan calon santri kepada Pengasuh Pesantren Melakukan Pendaftaran Santri Baru dan menyerahkan seluruh persyaratan Membayar biaya pendaftaran, uang pangkal dan UTAP Memproses pembuatan Kartu Tanda Santri KTS dan KK Kartu Keluarga Melakukan pendaftaran di madrasah dan sekolah/PT Wali santri menyerahkan santri baru kepada Kepala Kamar di asrama yang telah ditentukan BIAYA PENDIDIKAN SANTRI PONDOK PESANTREN SUKOREJO SITUBONDO Dengan asumsi contoh calon santri putri hendak masuk kelas I di MTsDepag tahun 2016. UANG TAHUNAN PESANTREN UTAP Uang pangkal santri baru = Pendaftaran santri baru = Biaya MTs Depag tdk wajib ditambah MTs Diniyah = Total biaya UTAP = BIAYA SERAGAM SANTRI BERDASARKAN DATA TAHUN SEBELUMNYA Seragam SMP/MTs putri Ukuran XL = Total biaya seragam = BIAYA KITAB BERDASARKAN DATA TAHUN SEBELUMNYA Total biaya kitab MTs Depag kelas I = Total biaya kitab = Jadi total biaya keseluruhan berlaku 1 tahun + + = * Untuk yang memilih SMP Bukan MTs Depag, diwajibkan juga untuk mengikuti MTs Diniyah dengan biaya pendaftaran = Rp. Biaya diatas adalah total perkiraan biaya selama 1 tahun dan sudah termasuk juga biaya Asrama tidak termasuk biaya makan/konsumsi. BIAYA MAKAN/KONSUMSI SANTRI Biaya makan sampai atau satu kali makan yang dibeli sendiri oleh santri di komplek pesantren selama mondok. Info lebih jelas silahkan download Brosur Rincian biaya Harga seragam dan Harga kitab klik DI LINK INICatatan Santri/siswa wajib melunasi biaya UTAP pada bulan pertama, apabila tidak mampu wajib membayar minimal 50% dari ketentuan. Sedangkan sisanya harus dicicil sampai akhir semester ganjil untuk SLTA ke bawah atau akhir semester genap untuk Perguruan Tinggi PT Fakultas/Akademi, Ibtidaiyah, dan MAIF. diatas adalah biaya perkiraan yang berlaku selama 1 tahun jadi total biaya bisa saja kurang maupun bisa juga lebih. Hal-hal yang belum jelas, dapat ditanyakan ke Petugas UTAP pada jam layanan.
Three units are technically managing finances in Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo. They are Treasurer, the Supreme Audit and Wealth Agency of Ma'had (BPK2M), and the Budget Team. To
Jakarta - Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo yang berada di timur Jawa, menjadi salah satu saksi penyebaran Islam dan perjuangan kemerdekaan Salafiyah Syafi’iyah berdiri sekitar 1908 M. Lokasi pendirian pesantren awalnya adalah sebuah hutan lebat. Usai mendapat saran dari Habib Musawa dan Kiai Asadullah dari Semarang, Kiai As’ad Syamsul Arifin sebagai pendiri pondok, segera membabat hutan tersebut dikenal memiliki banyak hewan buas. Kiai As’ad mantap memilih lokasi itu setelah istikharah. Hingga bangunan demi bangunan berdiri, Pesantren Salafiyah Syafi’iyah tak hanya sekadar pusat pendidikan Islam, namun tempat ini pernah dijadikan sebagai basis perjuangan pada masa juga Tradisi Ruwahan, Mendoakan Leluhur dan Merawat Tali SilaturahmiSejarah itu terukir pada masa kepemimpinan sang pendiri Pesantren, Kiai As’ad. Dia dikenal sebagai sosok pemimpin Islam yang masyhur pada masa itu. Dia memberikan peran besar dalam perjuangan Islam dan kemerdekaan negeri ini. Sekarang, masyarakat Indonesia mengenal beliau sebagai Pahlawan nasional.“Di sini ada banyak peristiwa terjadi. Gelora perjuangan pembelaan terhadap Tanah Air, perjuangan atas dasar semangat spiritualitas agama, dan tentu ajaran kearifan, budaya, serta nilai-nilai kemanusiaan,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, KHR Ach. Azaim Ibrahimy, melalui kanal Situbondo Channel, dikutip Rabu 23/3/2022.Menjelajahi setiap sudut pesantren seolah kembali ke masa lalu. Jejak peninggalan pesantren terus dipertahankan hingga hari ini. Dalam setiap peninggalan, para pendiri pesantren selalu menyiratkan pesan mendalam akan arti kesungguhan dalam menuntut ilmu, ketaatan kepada sang pencipta, serta perjuangan menghadapi tantangan kini, pesantren itu telah menjadi agen pembangunan bagi masyarakat sekitar. Sosok Kiai As’ad tidak seperti menara gading’, tetapi justru Terbuka dan menyatu dengan masyarakat sekitar. Tak heran jika masyarakat Situbondo merasakan manfaat dari kehadiran pesantren pesantren ini sangat luas dan benar-benar memanfaatkan potensi para penduduk sekitar. Sebelum masuk ke area pesantren, terdapat SPBU di bahu jalan. SPBU itu milik pesantren untuk pemberdayaan juga Buat Orang Tua, Pilih Didik Anak ke Pesantren atau Sekolah Islam?Masuk ke kompleks pesantren sekitar 2-3 km dari jalan besar, banyak berderet toko-toko milik warga, mulai toko baju, kitab, rental komputer, warnet, tempat makan, warung-warung, mini market, ATM Center, dan lain sebagainya. Banyak santri yang berlalu Lalang memakai sarung dan satu Kendaraan khas di area pesantren yakni Bentor Becak Motor. Di area pesantren juga terdapat Makam Pahlawan Nasional Kiai As’ad Syamsul Arifin. Banyak peziarah dari seluruh Tanah Air datang ke makam itu, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah juga menjadi Wisata Budaya berbasis religi yang akan menambah experience bagi traveler.“Sepak terjang perjuangan para pendiri, pengasuh, masyaikh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah merupakan inspirator dan tokoh spiritual yang menginspirasi kita semua untuk pembangunan masa depan bangsa. Dimulai dari Situbondo untuk Indonesia dan untuk masyarakat dunia,” kata KHR Ach. Azaim Ibrahimy.jqf
Buku ini berisi tentang perjalanan panjang mufaroqoh, jalan yang ditempuh kiai-kiai Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dalam menghadapi konflik yang amat dilematis di tubuh NU.
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah SukorejoDidirikan1914LokasiSitubondo Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo adalah salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh Kyai Syamsul Arifin pada tahun 1908. Pesantren ini berjarak 34 KM 50 menit dari arah Kabupaten Situbondo dan 55 KM 1 jam, 13 menit dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Selain pengajaran ilmu-ilmu kitab-kitab klasik, pada tahun 1978 dibuka Sekolah Menengah Pertama, Institut Agama Islam Ibrahimy sekarang Universitas Ibrahimy tahun 1968 dan membuka Ma’had Aly pada tahun 1990 sebagai ikhtiar mengatasi kelangkaan ahli Fiqh. Pada tanggal 18-20 Desembee 2018, pondok pesantren ini mencatatkan sejarah untuk kali pertama menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar Sastra yang dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaifuddin. Sejarah Singkat Kiai Syamsul Arifin bersama putranya, As’ad dan beberapa orang santri yang menyertai dari Madura, pada tahun 1328 H / 1908 M, membabat dan merambah hutan dusun Sukorejo desa Sumberejo kecamatan Banyuputih kabupaten Situbondo untuk didirikan sebuah pesantren dan perkampungan.[1] Sejak tahun 1914, pesantren berkembang bersamaan dengan datangnya para santri dari wilayah sekitar Karesidenan Besuki. Tahun itu pula kemudian ditetapkan sebagai tahun berdirinya Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah. Pada masa perjuangan kemerdekaan, Pesantren Sukorejo tidak hanya menjadi pusat belajar, tapi juga sebagai pusat perjuangan kemerdekaan. Para pejuang banyak ditampung di pesantren, sekaligus sebagai markas penyusunan strategi melawan penjajah. Hal ini dikukuhkan dengan penobatan KHR. As'ad Syamsul Arifin dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.[2] Proses pembelajaran pada masa awal pesantren dilaksanakan melalui sistem sorogan dan bandongan, hingga kemudian Kiai As’ad pada tahun 1928 memperkenalkan dan mengembangkan sistem pembelajaran klasikal dengan didirikannya berbagai lembaga pendidikan, seperti Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, SD, SLTP, SLTA sampai perguruan tinggi. Dalam upaya memberikan kontribusi terhadap pendidikan yang sesuai kebutuhan zaman, berbagai lembaga pendidikan kejuruan dan keahlian pun didirikan, seperti Sekolah Menengah Kejuruan SMK, Lembaga Kader Ahli Fiqh Ma’had Aly dan Madrasatul Qur’an sebagai lembaga kajian dan pendalaman ilmu-ilmu Al Qur’an. Lembaga-lembaga informal seperti kursus dan pelatihan juga turut mewarnai perkembangannya.[3] Urutan Pengasuh KHR. Syamsul Arifin 1908 – 1951 KHR. As’ad Syamsul Arifin 1951 – 1990 KHR. Fawaid As’ad 1990 – 2012 KHR. Ach. Azaim Ibrahimy 2012 – sekarang Kegiatan Pesantren 1. Shalat Tahajjud Kegiatan ini harus diikuti seluruh santri dan dimulai pukul WIB. Pada waktu ini semua santri dibangunkan dari tidur. Setelah berwudhu, seluruh santri harus melaksanakan salat Tahajud 2. Shalat Berjamaah Semua santri dan umana pengurus melaksanakan shalat maktubah secara berjamaah yang dilaksanakan di Masjid Jami dan Mushalla Ibrahimy 3. Mengaji Al-Qur’an Dilaksanakan pada Pagi hari setelah shalat subuh dan shalat maghrib di kamar masing-masing dipimpin oleh ketua kamar. 4. Pembacaan Nadham Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing kelas sesuai dengan tingkat pendidikan di bawah pengawasan pengelola lembaga pendidikan. 5. Pengajian Kitab Kuning Pengajian kitab kuning secara bandongan dilaksanakan setelah Dhuhur, Maghrib dan Isya’. Pengajian ini diikuti oleh santri yang mampu membaca al-Qur’an. 6. Jam Muthala’ah Jam belajar atau muthala’ah dilaksanakan pada jam hingga WIB. 7. Kegiatan al-Barqi Kegiatan ini diperuntukkan bagi santri yang masih belum lancar membaca al-Qur’an 8. Shalat Qiyamul Lail Shalat ini dilaksanakan oleh santri berdasarkan daerah kamar pada jam 11. 9. Pembacaan Burdah Keliling Kegiatan ini dilaksanakan setelah kegiatan qiyamul lain, yang ikuti oleh santri yang bertugas didasarkan daerah kamar. 10. Pembacaan Berzanji, Shalawat Badar & Istiqasah Kegiatan pembacaan barzanji dilaksanakan pada malam Jumat, sedangkan shalawat Badar dan Istiqasah dilaksanakan pada malam selasa. 11. Musyawarah madrasah Pada malam selasa dan jumat dilaksanakan musyawarah kelas berdasarkan tingkat pendidikan Perkembangan Lembaga Pendidikan Lembaga Pendidikan Agama Madrasah Ibtidaiyah 1928 Madrasah Tsanawiyah 1943 Madrasah Aliyah 1958, awalnya bernama PGA, Pendidikan Guru Agama Madrasatul Qur’an Madrasah I'dadiyah 2018 Lembaga Pendidikan Umum Sekolah Dasar 1984 Sekolah Menengah Pertama 1978 Sekolah Menengah Atas 1983 Sekolah Menengah Ekonomi Atas sekarang SMK Perguruan Tinggi Institut Agama Islam 1968,[4] alih status menjadi Universitas 2018[5] Ma’had Aly 1990[6] Akademi Komputer dan Informatika 2000[7] Akademi Perikanan 2001[8] Program Pascasarjana 2003[9] Akademi Kebidanan 2008[10] Rujukan ^ Syamsul A. Hasan 2003. Kharisma Kiai As'ad di Mata Umat. PT LKiS Pelangi Aksara. ISBN 978-979-3381-30-5. Halaman 3-6. ^ ^ ^ ^ ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-08-24. Diakses tanggal 2017-08-24. ^ ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-08-24. Diakses tanggal 2017-08-24. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-08-24. Diakses tanggal 2017-08-24. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-08-24. Diakses tanggal 2017-08-24.
Zubaidah di Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jumat. Menurut dia, dana sebesar sekitar Rp30 miliar untuk merampungkan pembangunan RS Nyai Zubaidah itu sangat mudah, terlebih pembangunan rumah sakit tersebut berkaitan dengan perjuangan pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo.
Ma’had Aly di Indonseia pertama kali berdiri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, pada tahun 1990 atas prakarsa KHR As’ad Syamsul Arifin, dan atas restu serta dukungan segenap ulama, baik dalam maupun luar negeri. Pada tahun-tahun berikutnya Ma’had Aly bermunculan di beberapa Pondok Pesantren di Indonesia.
. 179 439 373 339 143 472 173 220
biaya pondok pesantren salafiyah syafi iyah sukorejo